Berita  

Ketua PC IPNU Jombang Sebut Rapimwil PW Jatim Beri Ruang Terbuka bagi Aspirasi Cabang

JOMBANG – Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Jombang memberikan apresiasi terhadap mekanisme pelaksanaan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PW IPNU Jawa Timur yang berlangsung dalam dua tahap.

Ketua PC IPNU Kabupaten Jombang, M. Husein Al Kahfi, menilai pelaksanaan forum tersebut menunjukkan adanya ruang keterbukaan bagi seluruh pimpinan cabang untuk menyampaikan aspirasi dan pandangan terkait organisasi.

Penilaian itu didasarkan pada keterlibatannya secara langsung dalam Rapimwil tahap pertama yang digelar pada 31 Oktober. Sementara itu, forum lanjutan dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Bangkalan.

Husen mengungkapkan, jalannya persidangan pada tahap pertama diwarnai berbagai dinamika pemikiran. Seluruh perwakilan PC diberi kesempatan menyampaikan pendapat, termasuk ketika terdapat perbedaan pandangan dalam pembahasan.

“Di forum 31 Oktober itu, semua PC bicara. Tidak ada yang dibatasi. Usulan dari Jombang kami sampaikan, usulan dari cabang lain juga disampaikan. Semua tercatat dalam forum,” ujar Husen, Sabtu (7/11/2026).

Menurutnya, kesempatan yang diberikan kepada setiap cabang menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi musyawarah organisasi. Sebab, setiap aspirasi perlu mendapatkan ruang untuk disampaikan dan dipertimbangkan dalam forum.

Husen juga menyoroti keputusan PW IPNU Jawa Timur yang menjadwalkan Rapimwil tahap kedua di Kabupaten Bangkalan. Menurutnya, kelanjutan forum tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh cabang untuk kembali menyampaikan aspirasi sebelum proses pengambilan keputusan.

PC IPNU Jombang memandang langkah tersebut sebagai bentuk kesediaan pimpinan wilayah untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas, bukan sekadar mempercepat penyelesaian agenda organisasi.

“Dalam tradisi musyawarah, ukuran keterbukaan itu bukan seberapa cepat keputusan diambil, tetapi seberapa luas ruang yang dibuka untuk mendengar. PW Jatim membuka ruang itu dua kali. Di forum pertama di PWNU Jawa Timur dan kedua di Bangkalan,” kata Husen.

Ia berharap forum lanjutan tersebut tetap menjadi ruang dialog yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh pimpinan cabang dalam menyampaikan pandangan dan usulannya.

Lebih jauh, PC IPNU Jombang menilai proses pembahasan pada Rapimwil tahap pertama telah berjalan di dalam mekanisme persidangan yang terbuka. Seluruh peserta dapat menyaksikan dinamika pembahasan, termasuk penyampaian usulan dari masing-masing cabang dan tanggapan pimpinan sidang.

Bagi PC IPNU Jombang, keterbukaan dalam forum organisasi merupakan hal penting untuk menjaga kepercayaan antarpimpinan cabang sekaligus memastikan setiap aspirasi mendapatkan perhatian.

Atas dasar pengalaman tersebut, PC IPNU Kabupaten Jombang menilai pelaksanaan Rapimwil PW IPNU Jawa Timur telah mengedepankan etika bermusyawarah, penghormatan terhadap suara cabang, serta transparansi dalam menjalankan proses organisasi.

PC IPNU Jombang berharap prinsip keterbukaan dan partisipasi tersebut terus dipertahankan hingga pelaksanaan forum lanjutan di Bangkalan, sehingga keputusan organisasi nantinya benar-benar lahir melalui proses musyawarah yang melibatkan seluruh cabang. (Ony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *