KH. Zulfikar As’ad atau Gus Ufik Ketua LK PBNU. (FOTO: Istimewa)
PETERONGAN – Persiapan pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, terus dimatangkan. Tidak hanya dari sisi infrastruktur dan akomodasi, kesiapan layanan kesehatan juga mulai menjadi perhatian serius panitia.
Ketua Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU), KH Zulfikar As’ad atau yang akrab disapa Gus Ufik, memastikan pihaknya telah mulai menyusun langkah strategis untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi ribuan peserta yang akan hadir dalam forum tertinggi NU tersebut.
Menurut Gus Ufik, penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai tuan rumah Muktamar Ke-35 NU merupakan amanah besar yang harus diiringi dengan persiapan menyeluruh, termasuk pada sektor kesehatan.
“Pertama tentu kami mengucapkan selamat kepada Jombang, khususnya Tambakberas, yang dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 NU. Ini agenda besar organisasi yang harus dipersiapkan secara maksimal dari berbagai aspek,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di kawasan Pondok Pesantren Darul Ulum, Jumat (10/7/2026).
Gus Ufik menegaskan, LK PBNU berkomitmen memastikan seluruh kebutuhan layanan kesehatan dapat terpenuhi sejak masa persiapan hingga berakhirnya rangkaian muktamar. Pelayanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi peserta muktamar, tetapi juga rombongan pendamping, tamu undangan, dan warga yang terlibat dalam kegiatan.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta yang datang ke Jombang mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal sehingga bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman dan aman,” katanya.
Untuk mewujudkan hal itu, LK PBNU akan menggandeng berbagai rumah sakit milik NU serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.
Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan tenaga medis, ambulans, fasilitas rujukan, hingga kesiapsiagaan penanganan kondisi darurat selama pelaksanaan muktamar.
“Kami akan melibatkan rumah sakit-rumah sakit NU, terutama yang berada di sekitar Jombang. Selain itu, koordinasi dengan Dinas Kesehatan juga terus dilakukan agar seluruh sistem pelayanan kesehatan berjalan terintegrasi,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, panitia kesehatan juga berencana mendirikan sejumlah pos layanan kesehatan di titik-titik strategis, baik di area utama muktamar maupun kawasan penunjang lainnya.
Keberadaan pos kesehatan tersebut dinilai penting mengingat jumlah peserta yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang dari berbagai daerah di Indonesia.
“Dengan jumlah peserta yang sangat besar, tentu kami akan menyiapkan pos-pos kesehatan di berbagai lokasi agar pelayanan medis dapat diberikan secara cepat dan mudah dijangkau peserta,” ungkap Gus Ufik.
Seperti diketahui, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar Ke-35 NU yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.
Forum lima tahunan tersebut diperkirakan akan dihadiri ribuan muktamirin, pengurus wilayah dan cabang NU dari seluruh Indonesia, serta tamu dari berbagai unsur masyarakat. Karena itu, kesiapan layanan kesehatan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan muktamar. (Mad)*
