Suasana Ta’aruf dan Konsolidasi pengurus baru DPC PKB Jombang di Graha Gus Dur. (Foto: istimewa)
JOMBANG – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jombang resmi memulai masa ta’aruf dan konsolidasi organisasi setelah menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2026–2031 dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur.
Langkah tersebut menjadi awal penguatan struktur internal partai sekaligus persiapan menghadapi berbagai agenda politik ke depan, termasuk Pemilu Legislatif dan Pilkada Serentak 2029.
Ketua DPC PKB Jombang, Anas Burhani, mengatakan SK kepengurusan baru diserahkan langsung oleh Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, di Surabaya pada Sabtu (4/7/2026).
Setelah menerima SK tersebut, jajaran pengurus langsung bergerak melakukan proses ta’aruf guna memperkenalkan susunan kepengurusan baru sekaligus memperkuat soliditas organisasi. Pada kepengurusan ini PKB Jombang juga membuka ruang kepada kader muda. Peran-peran kader muda diharapkan mampu melipatgandakan kemenangan PKB.
“SK kepengurusan DPC PKB Jombang sudah kami terima. Saat ini kami memasuki masa ta’aruf untuk memperkenalkan kepengurusan baru agar proses konsolidasi dapat berjalan lebih efektif dan seluruh pengurus memiliki semangat yang sama dalam membesarkan partai,” ujar Anas saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, konsolidasi internal menjadi prioritas utama sebelum menjalankan berbagai program politik maupun penguatan basis massa di tingkat akar rumput. Melalui proses tersebut, seluruh pengurus diharapkan memiliki kesamaan visi dan komitmen dalam menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.
Dalam kepengurusan baru tersebut, Wakil Bupati Jombang KH Salmanuddin Yazid dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Syuro DPC PKB Jombang. Ia didampingi Hadi Atmaji yang menjabat Sekretaris Dewan Syuro.
Sementara itu, posisi Sekretaris Dewan Tanfidz diisi oleh M. Arif Luthfiyanto Afandi dan jabatan Bendahara dipercayakan kepada Kartiyono.
Anas menjelaskan, salah satu semangat yang diusung dalam penyusunan kepengurusan kali ini adalah regenerasi kader.
PKB Jombang berupaya memberikan ruang yang lebih luas kepada kader muda untuk terlibat aktif dalam kepemimpinan partai tanpa mengesampingkan peran kader senior yang selama ini menjadi pilar organisasi.
“Kami memberikan kesempatan lebih besar kepada kader muda yang memiliki kapasitas, loyalitas, kreativitas, serta semangat pengabdian. Namun pengalaman kader senior tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga arah perjuangan partai,” katanya.
Selain menjadi ajang perkenalan pengurus baru, kegiatan ta’aruf juga dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi internal dan menyusun langkah strategis dalam membangun organisasi hingga ke tingkat kecamatan, desa, ranting, dan anak ranting.
PKB Jombang menilai penguatan struktur hingga tingkat bawah menjadi kunci untuk menjaga kedekatan partai dengan masyarakat sekaligus memperluas basis dukungan politik di masa mendatang.
Setelah proses konsolidasi selesai, DPC PKB Jombang akan fokus pada sejumlah program prioritas, di antaranya penguatan kelembagaan partai, peningkatan kapasitas kader, serta perluasan komunikasi politik dengan berbagai elemen masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang PKB Jombang dalam menghadapi kontestasi politik 2029.
“Kami optimistis dengan kepengurusan baru ini PKB Jombang akan semakin solid, semakin dekat dengan masyarakat, dan mampu meraih hasil yang lebih baik pada Pemilu 2029. Seluruh pengurus memiliki tanggung jawab untuk bekerja bersama membesarkan partai sekaligus memperjuangkan aspirasi masyarakat,” pungkasnya.
