Gus Salam, Caketum PBNU saat mengenakan kaos Argentina saat bermain bola. (Foto: Instagram @Abdussalamshohib)
JOMBANG – Menjelang semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung Kamis (16/7/2026), nama KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam kembali menjadi perbincangan. Bukan hanya karena masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU periode 2026–2031, tetapi juga karena kecintaannya yang tak pernah surut terhadap sepak bola, khususnya Tim Nasional Argentina.
Di kalangan kiai muda, santri, alumni pesantren hingga komunitas sepak bola di Jawa Timur, sosok Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang itu dikenal sebagai pecinta bola sejati. Kegemarannya tersebut bahkan kerap terlihat dari kaus, jaket, hingga berbagai merchandise bernuansa biru-putih khas Argentina yang sering dikenakannya dalam berbagai kesempatan.
Momentum ini semakin menarik perhatian setelah Argentina sukses melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu.
Bagi Gus Salam, sepak bola bukan sekadar hiburan. Olahraga ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan fisik agar tetap prima dalam menjalankan aktivitas dakwah, pendidikan, dan organisasi.
“Ilmu agama itu penting, tetapi kesehatan badan juga penting. Agar kuat mengaji, kuat mengurus pesantren, dan kuat mengabdi untuk NU,” ujar Gus Salam saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).
Katib PCNU Jombang periode 2017–2022, KH Ahmad Samsul Rijal atau Gus Rijal, mengungkapkan bahwa kecintaan Gus Salam terhadap sepak bola sudah berlangsung lama dan menjadi bagian dari kesehariannya.
Menurut Gus Rijal, di sela-sela padatnya agenda Bahtsul Masail Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) ke-45 se-Jawa-Madura di Malang beberapa waktu lalu, Gus Salam masih menyempatkan diri mengikuti nonton bareng pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Belgia.
“Kalau sudah nonton bola bersama kiai-kiai muda, suasananya sangat hidup. Komentarnya soal pemain dan pertandingan kadang lebih panjang daripada pembahasan pertandingan di lapangan,” kata Gus Rijal sambil tersenyum.
Keesokan harinya, Gus Salam kembali mengajak para peserta Bahtsul Masail menyaksikan laga Inggris melawan Norwegia. Menurut Gus Rijal, antusiasme Gus Salam terhadap sepak bola selalu menjadi warna tersendiri dalam berbagai forum silaturahmi pesantren.
Kecintaan Gus Salam kepada Argentina ternyata bukan hal baru. Ia mengaku mulai mengidolakan tim berjuluk La Albiceleste sejak Piala Dunia 1986 di Meksiko ketika Diego Maradona membawa Argentina meraih gelar juara dunia.
“Sejak 1986 sampai sekarang tetap Argentina. Ini soal istiqamah,” canda Gus Salam saat berbincang santai dengan sejumlah koleganya.
Baginya, mendukung satu tim dalam jangka waktu panjang bukan sekadar persoalan olahraga, tetapi juga pelajaran tentang loyalitas, konsistensi, dan komitmen terhadap pilihan yang diyakini.
Nilai-nilai itulah yang menurutnya juga diterapkan dalam pengabdian kepada Nahdlatul Ulama dan dunia pesantren.
“Kesetiaan itu membentuk karakter. Ketika seseorang bisa menjaga komitmen dalam hal-hal kecil, maka ia akan lebih mudah menjaga amanah dalam perkara yang lebih besar,” ungkapnya.
Gus Rijal menuturkan, hingga kini Gus Salam masih rutin bermain futsal, mini soccer, serta jogging untuk menjaga kebugaran tubuh. Bahkan dalam sejumlah kunjungan ke berbagai daerah, salah satu hal yang sering ditanyakannya adalah keberadaan lapangan futsal atau tim sepak bola lokal yang bisa diajak bertanding persahabatan.
Dalam agenda silaturahmi ke Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu, misalnya, Gus Salam mengakhiri pertemuan bersama pengurus NU dan kalangan pesantren dengan menyaksikan laga Argentina bersama para santri.
Rencananya, saat berada di Palembang pada 16 Juli 2026, Gus Salam juga akan mengikuti pertandingan persahabatan mini soccer sekaligus nonton bareng semifinal Piala Dunia antara Argentina dan Inggris.
Meski Piala Dunia 2026 masih menyisakan laga-laga krusial, Gus Salam tetap yakin Argentina mampu mengulangi kesuksesan seperti yang mereka raih di Qatar pada 2022.
Ia bahkan masih mengingat momen ketika menyaksikan langsung gol Lionel Messi saat Argentina menghadapi Meksiko di Stadion Lusail, Qatar, pada fase grup Piala Dunia 2022.
Kenangan tersebut semakin membekas setelah Argentina akhirnya keluar sebagai juara dunia usai menundukkan Prancis melalui drama adu penalti. Dengan penuh keyakinan, Gus Salam kembali menjagokan tim kesayangannya untuk mengangkat trofi dunia.
“Argentina pasti juara lagi. Saya saja masih pakai kaus putih bergaris biru langit. Jadi harus optimistis menang,” ujarnya sambil tersenyum.
